Kamis, 23 Desember 2010

KLIPING LINGKUNGAN HIDUP

ANWAR SEPANNYOL 
KEONG RACUN 

KONDISI ALAM DIBANDUNG SELATAN MAKIN RUSAK
Cuaca yang terjadi di daerah Bandung Selatan kini mulai tidak menentu. Bahkan sangat berbahaya bagi pemukiman sekitar. Ini diakibatkan karena kondisi alam yang semakin rusak akibat makin maraknya penebangan hutan liar dan sejenisnya.
Pemerintah sepertinya “belum mau turun tangan” untuk mengatasi kerusakan alam di daerah paling selatan di Bandung ini. Kini warga sekitar harus merasakan banjir apabila musim hujan datang karena kurangnya serapan air di hutan. Apabila musim kemarau, bersiaplah untuk kekeringan karena hutan yang biasanya menyimpan cadangan air kini telah gundul.

Mungkin kita masih bisa tersenyum sekarang karena dampaknya masih belum terlalu parah, namun apakah hal tersebut akan sama dengan hal yang terjadi pada anak cucu kita dimasa mendatang?

Saya rasa kondisi alam yang rusak ini akan terus berlanjut kecuali jika kita bisa memelihara hutan tetap hijau dan lingkungan kita tetap bersih dan asri!






PUNCAK MUSIM BANJIR BANDANG BERGESER
16 November 2009
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperkirakan adanya pergeseran puncak musim banjir bandang, menyusul adanya pergeseran puncak musim penghujan di awal 2010 ini.
“Kelihatannya ada pergeseran musim banjir bandang. Biasaya terjadi Bulan Desember-an, namun sampai sekarang kecil-kecil. Banjir bandang harus diwaspadai pada Februari dan Maret ini, terutama di kawasan alur lembah,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Dr Surono di Bandung, Rabu.
Ia menyebutkan, peta gerakan tanah pada Februari 2010 ini mengalami peningkatan di mana beberapa wilayah yang sebelumnya memiliki kerentanan gerakan tanah menengah, meningkat menjadi menengah-tinggi.
Penyebabnya, kata dia,di lapisan tanah terjadi kejenuhan oleh air resapan sehingga mencari keseimbangan baru yang memicu logsor dan banjir bandang. Beberapa daerah yang memiliki kerawanan banjir bandang antara lain Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Sulawesi Tenggara.


KEBAKARAN HUTAN
05 Desember 2007

Permasalahannya hingga saat ini adalah belum terjawabnya penyebab utama dari kebakaran ini secara rinci, tuntas dan terstruktur. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh kegiatan pertanian, perkebunan ataupun kehutanan berskala kecil oleh masyarakat local maupun dalam skala besar, seperti perkebunan dan HPH/HTI.


LSM Lingkungan Hidup, mengklaim bahwa kebakaran besar merupakan resultante dari aktivitas konsesi hutan dan perkebunan (Jakarta Post, 3 Oktober 1994) Pemerintah Indonesia, menekankan bahwa secara umum 85% dari 5 juta ha kebakaran 1994 disebabkan oleh aktivitas tebas-bakar masyarakat lokal (Jakarta Post, 7 Oktober 1994) hingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang melarang persiapan lahan menggunakan api. Pada sisi lain terbatasnya sarana dan prasarana mengakibatkan sulitnya pengawasan dan inventarisasi informasi kebakaran yang terjadi secara rinci.



LONGSOR DI BANJAR MASIN
29 Oktober 2007

BANJARMASIN, SELASA - Para pemudik Idulfitri 1429 Hijriah/2008 diminta mewaspadai daerah rawan longsor di empat kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan.

            "Longsor kerap terjadi di wilayah empat kabupaten. Keadaan tersebut sangat membahayakan pengendara kendaraan bermotor, termasuk pemudik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Agung Budi, di Banjarmasin, Selasa.

            Ia menyarankan para pengguna jalan raya agar selalu berhati-hati saat melintasi jalan yang rawan longsor itu. Jalan rawan longsor yang masuk dalam data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel saat ini adalah jalan menuju Desa Batung Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin. Kemudian di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yakni di Jalan Desa Ajung Tabalik Km 21; di Kabupaten Balangan terdapat dua jalan yang rawan longsor yaitu Jalan Desa Hujan Emas Kecamatan Paringin dan Jalan Desa Kusambi.

            Sementara itu, untuk Kabupaten Tanah Bumbu juga terdapat dua ruas jalan yang rawan longsor yaitu Jalan Desa Pulau Salak Km 230 Kecamatan Pagatan dan Jalan Desa Mentewe Km 57 Kecamatan Mentewe.
LUMPUR LAPINDO
11 Okoter 2010
Sebelum gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jabar, aktivitas semburan Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jatim diketahui mengalami peningkatan cukup signifikan. Deputi Operasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sofyan Hadi di Jakarta, Minggu, mengatakan, intensitas Lumpur Lapindo di pusat semburan teramati mengalami kenaikan selama lima hari sebelum gempa Tasikmalaya yang terjadi pada Rabu (2/9) pukul 14:55 WIB.
“Selama lima hari sebelum gempa, tinggi semburan naik mencapai 3-4 meter dari sebelumnya hanya maksimal 0,5 meter. Namun, saat gempa terjadi, semburan relatif tenang dan sekarang sudah normal kembali,” katanya mengungkapkan.
Menurut dia, fenomena tersebut mengindikasikan adanya korelasi besar antara peningkatan tekanan di sekitar pusat semburan Lumpur Lapindo, dengan aktivitas kegempaan tektonik di wilayah lain. “Semburan ini `kan` konteksnya sedang terjadi tekanan. Menjelang gempa,


LIMBAH
11 Agustus  2008
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi se
bagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah.. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga.
Pencemaran tanah dapat disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian .
Limbah domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kan-tong plastik, bekas kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dsb.
PENEBAGAN LIAR
20 September 2009
 












Pak Sony, seorang petani mangrove, menanam bibit bakau diantara balok-balok potongan pohon bakau sisa penebangan liar, di hutan magrove / bakau kawasan pantai timur Surabaya. Ratusan pohon bakau yang rata-rata berusia 15 tahun itu, ditebang liar (pembalakan) oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Padahal kawasan hutan ini adalah kawasan penyangga pantai dari abrasi laut. Kawasan pantai timur Surabaya ini, sekitar 200 hektar telah hilang karena abrasi laut.

PENGURUGAN TANAH
26 Juli 2010

Terkait dengan adanya indikasi korupsi pada proyek pembangunan Sentralisasi Rumah Pemotongan Ayam (RPA) LSM mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) segera memeriksa Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Kasudin P2K) Jaksel beserta Panitia Lelang dan Direktur PT Gompar Paluga Jaya (GPJ) selaku rekanan. Pasalnya, dalam pelaksanaan proyek yang dilakukan rekanan sarat nuansa korupsi yang merupakan hasil dari kong kalikong antara rekanan dengan Panitia Lelang dan Kasudin.
Sebagai bukti nyata, dalam palaksanaan proyek, urugan tanah untuk pembangunan sentralisasi RPA tersebut di Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan terjadi penyimpangan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan kontrak dan spesifikasi material yang digunakan. Selain itu, pelaksana proyek juga dituding tidak transparan dalam melaksanakan proyek karena tidak pernah mencantumkan nilai harga proyek dan waktu pelaksanaan.

PENGEBOMAN LAUT

 Senin 15 Juli  2010
Menanggapi tingginya tingkat kerusakan terumbu karang di perairan Kabupaten     Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Kepala Bidang Pesisir & Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. H. A. Nur Haliq, M.Si menghimbau segenap jajaran terkait dalam hal ini “Balai Taman Nasional Taka Bonerate, dan Departemen Kehutanan” untuk senantiasa berpatisipasi aktif dalam upaya pelestarian kawasan terumbu karang di daerah penghasil jeruk manis itu.

            Lakukan sesuatu untuk melestarikan terumbu karang dengan tidak mengambil biota laut yang dilindungi, tidak merusak, menambang terumbu karang, tidak menggunakan bom, bius, alat tangkap ikan lain yang tidak ramah lingkungan”, tandas Nur Haliq dihadapan wartawan, hari Senin (15/7) 2010 pagi.
Dikatakannya, penggunaan bom dan bius dalam aktivitas penangkapan ikan di laut dapat menelantarkan masa depan anak cucu kita.(fadly syarif)



PENUTUP


Kesimpulan
            Berdasarkan hasil pembuatan kliping di  atas maka dapat penyusun simpulkan bahwa tujuan dari diperintahkannya siswa untuk mencari dan menyusun tugas kliping adalah selain untuk memenuhi kewajiban siswa dalam mengikuti untuk KBM Mata pelajaran mulok, akan tetapi adalah suatu upaya agar siswa menjadi lebih kreatif dan mampu mengembangkan cara berfikir dan pola belajar sehingga mampu mengetahui dan memanfaatkan berbagai media dan bahan ajar.
                                                                                
            Kerusakan kerusakan yang terjadi sehingga menimbulkan dampak yang sangat besar seperti bencana alam  yang sangat merugikan kita semua. Oleh sebab itu kita sebagai  mahluk social harus bisa menjaga kelestarian lingungan yang ada di dalam kehidupan kita sehari hari














10



KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah SWT  yang menciptakan  langit dan bumi termasuk manusia dengan segala potensinya.

            Karena- Nya pula, penyusun dapat menyelesaikan Kliping  ini dalam waktu yang relative, dengan memakan biaya dan tenaga yang cukup menguras.

            Rasa terima kasih penyusun ucapkan kepada Guru  Mata pelajaran  Mulok (PPLH)  Yang  telah mendorong dan membimbing penyusun  untuk menyusun Kliping ini.

Ucapan terima kasih penyusun sampaikan pula pada teman – teman seperjuangan  di SMA NEGERI 3 PANDEGLANG  yang telah membantu penulis,  juga semua pihak yang ikut membantu penyusunan KLIPING  ini hingga selesai.

Akhir kesempatan hanya milik Allah , karena penyusun mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif  untuk perbaikan penyusun KLIPING di masa yang akan datang.

Labuan, 30 November 2010
Novitasari

DAFTAR ISI



                       
KATA PENGANTAR ...............................................................................       !
DAFTAR ISI ..............................................................................................      !!
BIODATA ..................................................................................................    !!!
KONDISI ALAM DIBANDUNG SELATAN MAKIN RUSAK...........      1
PUNJAK MUSIM BANJIR BANDANG BERGESER ...........................      2
KEBAKARANG HUTAN ........................................................................      3
LONGSOR BINJAR MASIN ...................................................................      4
LUMPUR LAPINDO ................................................................................      5
LIMBAH ....................................................................................................      6
PENEBAGAN LIAR .................................................................................      7
PEGURUGAN TANAH ............................................................................      8
PENGEMOBAN LAUT ............................................................................      9
PENUTUP ..................................................................................................    10








 

BIODATA


NAMA LENGKAP               : NOVITASARI
Nama Panggilan                      : NOVI
NISN                                      : 992510540
Jenis kelamin                           : Perempuan
Agama                                     : Islam
Tempat Tanggal Lahir             : Pandeglang, 08 Agustus  1992
Tempat tinggal / alamat           : Kp Kebon Cau Rt. 01Rw 13
                                                  Kec Labuan kab pandeglang
No Hp                                     : 081906217484

Moto
:
1.      Ilmu pengetahuan adalah mengetahui kedua – Keduanya apa. Apa yagn diketahui manapun  Tidak diketahui
2.      Hidup tanpa ilmu bagai alam gulita
3.      Hidup hanya sekali jadi pergunakan sebaik mungkin



Labuan, 03 Desember 2010



NOVITA SARI


                                            




 
 

                                                                                                                        



                                                                                                     

KLIPING 

Hasil Penelitian Kelompok Biologi


Mengenai  :
1.      Keanekaragaman hayati
ü Klasifikasi hewan dan tumbuhan
ü Membuat herbarium dan awetan tumbuhan
2.      Pengawetan  makanan (Sumber Daya Alam)
ü Membuat aweta makanan


 
 
                                                                                        
                                    



    
Disusun oleh :
TIKA ROSDIANTI
WINDAWATI
IIS SUSANTI
NINA RODINA
KELAS : XII IPA 4 


SMA NEGERI 3 PANDEGLANG
2010 



 





PPLH
(Pendidikan  Pengelolaan  Lingkungan  Hidup)
Disusun Berdasarkan Tugas Pelajaran  Mulok PPLH
Semester 1


 








Disusun oleh :
ANWAR 
Kelas : XII IPS 3
NISN:: ........................


                                     


SMA NEGERI 3 PANDEGLANG
TAHUN PELAJARAN  2010  - 211





















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar